
Walau baru berkarir di dunia hiburan selama satu dekade, aktris Rachelle Lefevre ini dapat mengubah momen terburuknya menjadi luar biasa dan bangkit dari keterpurukan. Setelah memberikan perannya sebagai Victoria di dua film Twilight kepada orang lain, artis yang sedang naik daun ini kembali syuting di New York untuk memerankan sosok dokter dermawan di serial terbaru AXN Beyond, A Gifted Man yang tayang setiap Selasa jam 21.55 WIB mulai 17 Januari lalu.
Perempuan berambut indah asal Kanada ini memiliki sifat dermawan seperti perannya di A Gifted Man. Rachelle adalah seorang aktivis sosial dan aktif di berbagai organisasi sosial. Ia adalah juru bicara nasional Best Friends Animal Society dan kampanye “Puppies Aren’t Products” yang mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mengadopsi bukannya membeli binatang peliharaan. Ia juga terlibat dalam kampanye minat baca “School on Wheels,” dan Ambassador for the Cure (Duta untuk Kesembuhan) bagi Susan G. Komen Foundation, memberikan pinjaman melalui Kiva serta mendesain sepatu limited edition untuk Stuart Weitzman, yang hasilnya diperuntukkan untuk penelitian kanker rahim.
Jadi apa yang membuat Rachel tetap mantap melangkah walau menghadapi naik turunnya karir dan apa yang membuatnya tertarik dengan serial A Gifted Man? Apa buku dan lagu favorit serta kejadian lucu yang dialaminya? Simak wawancara di bawah ini.
Boleh cerita sedikit apa sih A Gifted Man itu?
A Gifted Man adalah drama bernuansa medis yang sangat menyentuh hati tentang perubahan hidup seorang dokter ahli bedah syaraf bernama Michael Holt yang congkak dan hidup mewah berkat kesuksesannya di klinik khusus orang-orang berduit dan berpengaruh. Setelah ia mampu melihat dan berdialog dengan arwah mantan istrinya, dunianya berubah total. Istrinya memintanya menjadi relawan di klinik pengobatan gratis tempat ia dulu bekerja dan memastikan agar klinik tetap beroperasi. Lalu Michael tersentuh dan mulai praktik di klinik tersebut walau tetap praktik di klinik milik pribadinya. Selain mengupas kasus-kasus medis yang menarik, ada kisah bagaimana Michael menghadapi kehadiran arwah sang istri dalam hidupnya dan merahasiakannya kepada orang lain. Ada juga kisah tentang orang-orang di klinik. Saya memerankan sosok Dr. Kate Sykora, seorang dokter di klinik pengobatan gratis itu. Tak hanya mengobati pasien, Kate juga sangat sibuk menggalang dana, memandu tur keliling klinik bagi para calon penyumbang dana, serta mencari peralatan medis yang murah.
Apa yang paling menarik dari sosok Dr. Kate Sykora?
Kate adalah orang yang cerdas, berkeinginan kuat dan seperti orang-orang mulai memperhatikan bahwa saya cenderung memilih untuk memerankan tokoh yang keras kepala atau sangat percaya diri atau selalu yakin pada dirinya – bulan tipe perempuan lemah atau suka omong doing. Tapi saya juga cenderung memilih sosok yang benar-benar bermasalah. Jadi pilihannya pasti ekstrim.
Kate adalah orang yang sangat kuat dan humoris, hal-hal tersebut yang paling saya suka dari dirinya Saat saya bicara dengan Neal Bear, ia bilang sosok Michael Holt yang dipeankan Patrick Wilson juga sangat jenaka karena Patrick memang orangnya humoris. Dia memang tereksan serius tapi kalau kamu kenal dengan baik – ia suka ngebadut. Benar-benar kombinasi yang disukai para cewek – orang yang humoris tapi punya tampang seganteng Paul Newman! Jadi Neal bilang bahwa Kate harus menjadi sosok yang cerdas dan benar-benar bisa menantang Michael, namun juga bisa bercanda dengannya, tahu sisi lucu dari hal-hal yang kurang menyenangkan dalam hidup dan mengganggunya. Saya benar-benar tertarik dengan ide itu. Saya sangat suka mencari sisi lucu dari kehidupan sehari-hari dan cara orang berhubungan satu sama lain kadang kala sangat lucu, bahkan dalam kondisi hidup atau mati yang sering ditemui di dunia medis.
Menurut kamu apakah akan ada hubungan antara Kate dan Michael di kemudian hari? Atau apakah kamu melihat hubungan mereka berdua ibarat guru dan murid?
Hal yang indah dari serial televisi adalah selalu ada kemungkinan itu terjadi. Sekarang hubungannya seperti guru dan murid, pas Michael datang untuk menjadi relawan di klinik, Kate mengajarkan padanya beberapa hal tentang kehidupan nyata dunia medis karena sebelumnya ia hanya mengobati orang-orang kaya di klinik miliknya, namun pada waktu yang sama ia lebih berpengalaman sebagai dokter dan dokter ahli bedah jadi dia yang bergantian menjadi mentor bagi saya.
Memang ada momen-momen indah dimana kami berdua akhirnya harus melakukan operasi yang rumit yang tidak dikuasai Kate. Michael memandu tangan saya dan melakukan hal-hal manis untuk mengajarkan saya walau ada orang lain di sekitar saya. Jadi ya, menurut saya ada kemungkinan akan muncul kisah asmara antara mereka tapi tidak tahu kapan dan kendala-kendala apa yang mereka harus lalui sampai mereka menyadarinya. Wah pasti seru!
Bagaimana rasanya bekerja sama dengan Patrick Wilson yang keren itu?
Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Patrick dan orang-orang bilang saya punya chemistry yang baik.
Mengapa kamu memutuskan untuk menjadi aktris?
Suatu malam, saat saya masih kecil, saya berada di rumah dan menonton film “Annie”. Saat ia muncul di tangga di rumah Daddy Warbucks saya langsung berteriak a la Johnny Carson “Heeere’s Annie” (Inilah Annie). Saya langsung tahu bahwa suatu hari nanti, saya lah yang akan berada di atas tangga itu. .
Kamu lebih suka tampil di panggung, televisi atau film?
Sebagai seorang anak kecil, tiap minggu cita-cita saya berubah. Kadang ingin jadi pengacara, guru, ahli biologi kelautan, polisi, dan banyak lainnya. Suatu hari saya menyadari bahwa saya tidak ingin melakukan semua hal itu. Saya ingin ada di TV, karena saya lihat banyak orang bisa memerankan sosok apapun. Jadi TV punya tempat khusus di hari saya. Lalu saat saya tumbuh dewasa, saya sangat tertarik dengan film karena hanya dalam dua jam film mampu menceritakan cerita yang sangat bisa menyentuh perasaan penontonnya.
Saya belajar dari penampilan di atas panggung, dan saya sangat ingin kembali tampil di atas panggung. Jadi semuanya spesial dan panggung/televisi/film adalah medium kami bekerja sebagai aktor.
Kamu asal Kanada. Bagaimana seorang gadis asal Quebec bisa sukses seperti ini di Hollywood?
Tentunya kemauan dan kerja keras. Saya membuat video audisi di ruang tamu bersama teman baik saya yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyutradarainya. Ia datang dan membantus saya memutuskan adegan mana yang dikirimkan.
Saya pernah bermain di serial Fox Family Channel bertahun-tahun lalu, judulnya Big Wolf on Campus yang ditayangkan di YTV di Kanada. Sejak itu, saya punya seorang manajer dan agen di AS yang melihat potensi di diri saya dan mau menginvestasikan waktu mereka untuk mendapatkan audisi bagi saya. Saya kerja sebagai pramusaji dan menghabiskan semua uang saya untuk mengirimkan video audisi dan akhirnya mendapatkan peran di drama komedi situasi di Fox dan akhirnua saya pindah ke LA untuk syuting serial itu.
Sering kali dalam karir seorang aktor, mereka harus menghadapi kekecewaan dan penolakan. Seberapa sulit atau mudahnya bagi kamu untuk kembali bangkit dan berdiri tegak dari semua itu, misalnya setelah serial OFF THE MAP dihentikan produksinya, dan peran kamu sebagai Victoria di Twilight diberikan kepada orang lain?
Menurut saya, dibesarkan di Kanada memberikan keuntungan bagi saya. Saya dibesarkan di Montreal dimana semua teman saya tidak bekerja sebagai aktor. Saya bukan orang yang dibesarkan di dunia yang percaya dan punya mentalitas bahwa “Saya harus menjadi aktor atau saya bukan siapa-siapa. Saya dibesarkan di lingkungan dimana semua orang punya beragam cita-cita. Saya kuliah di Universitas McGill dimana orang belajar tentang banyak hal. Saya selalu ingin menjadi aktris tapi saya tahu bahwa menjadi aktris tidak akan menjadi satu-satunya yang membahagiakan saya dan menjadi sumber keseimbanga hidup.
Sepeti halnya orang yang mempelajari biologi kelautan atau sastra Inggris, seni peran adalah sesuatu yang ingin saya lakukan dan kebetulan saya mendapat dukungan yang tepat kemudian saya mencoba berkarir di bidang ini.
Namun saya tidak pernah mempertaruhkan kebahagiaan atau keseimbangan hidup saya pada karir saya sebagai aktris.
Wah syukurlah, kamu juga sepertinya baik-baik saja. Bagaimana akhirnya kamu bisa mendapatkan peran di A GIFTED MAN?
Seperti banyak hal di kehidupan, sering kali kamu melakukan hal yang ternyata akan mempengaruhi kehidupan kamu di masa mendaang. Selama bertahun-tahun saya terlibat dalam berbagai program TV, baik sebagai bintang tamu atau peran utama di episode pilot untuk CBS. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan jaringan CBS. Saat kesempatan A GIFTED MAN datang, dan mereka sedang menggarap episode pertama dan ingin menambahkan tokoh di serial itu, ternyata saya mengenal banyak orang yang terlibat di sana termasuk penulis naskah dan produser Sara Timberman yang pernah saya temui untuk proyek-proyek lain. Jadi sepertinya ada kebetulan dan kolaborasi. Saya bicara vai Skype dengan Neal Baer, salah satu produser eksekutifnya, mereka sangat bersemangat untuk bisa bekerja sam dengan saya. Saya pun bersemangat, seperti saya habis melakukan audisi.
Siapa aktris favorit kamu? Siapa yang menginspirasi kamu?
Ada 3 Kate: Cate Blanchett, Kate Hepburn dan Kate Winslet, serta tentunya Meryl Streep, dan Laura Linney. Para perempuan ini sangat kokoh, membumi, yakin pada dirinya. Saya ingin punya penampilan sesolid mereka.
Apa peranan idaman kamu?
Peran idaman saya adalah Boudica tapi menurut saya kalaupun saya sudah bisa memerankannya, saya tidak akan langsung berpuas diri. Saya baru saja memulai karir jadi setiap peranana adalah peranan impian bagi saya!
Apa hal paling lucu yang pernah kamu alami di lokasi syuting?
Hal paling lucu yang pernah saya alami malah saat saya menuju lokasi audisi. Saya mengenakan rok lilit dan sedang menyeberangi jalan menuju ke lokasi casting. Di sebuah perapatan besar, tiba-tiba ada sesuatu yang menggantung di kaki saya, dan ternyata rok saya melorot! Saya berdiri di sebelah jalan bebas hambatan hanya dengan atasan dan celana dalam! Sangat menakutkan tapi saya selalu tertawa kalau mengingatnya.
Kamu punya lagu atau band favorit? Apa yang jadi playlist kamu di iPod?
Wah menurut saya, iPod adalah barang pribadi. Saya paling nggak suka orang melihat-lihat iPod saya. Karena mereka jadi tahu siapa diri saya yang sebenarnya.. selera yang jelek dan guilty pleasure saya jadi ketahuan. Hmm tapi gapapa deh, sedikit saja ya. Saya baru saja mulai terobsesi dengan Laura Marling. David Bowie mulai masuk dalam play list. Saya suka karya-karya Joni Mitchell dan Tracy Chapman tapi saya juga suka dengan Patti Griffin dan Dixie Chicks. Hmm, kalau saya berolah raga, saya mendengarkan Britney Spears. Waah akhirnya ketahuan yaaa.
Ada buku yang jadi favorit?
Saya sangat suka membaca buku. Beberapa yang jadi favorit saya adalah “She’s Come Undone” karya Wally Lamb, “The Curious Incident of the Dog in the Nightime” karya Marc Haddon dan “Slaughterhouse Five” karya Kurt Vonnegut. Saya juga suka membaca puisi-puisi romantis, karya-karya Dorothy Parker dan apapun yang dituliskan oleh Oscar Wilde.
Apa yang kamu lakukan di waktu senggang kamu?
Berjalan-jalan, serta melakukan kegiatan luar ruang seperti panjat tebing, naik kuda dan scuba diving.
Suka ngetwit?
Tentunya, silahkan follow saya di @RachelleLefevre.
